Festival of Innovation Award 2026 rayakan inovasi yang ‘human-centric’
By Amit Roy Choudhury
Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh GovInsider ini melahirkan 13 pemenang dari 270 pengajuan penghargaan dari seluruh dunia.

The Home Team Science & Technology Agency (HTX) menerima penghargaan dari Direktur GovInsider, Tyler Lim, dalam acara Festival of Innovation 2026. Foto: GovInsider
Manusia, bukan teknologi, adalah kunci keberhasilan transformasi digital.
Pesan penting ini disampaikan oleh Jan Lim, Assistant Chief Operating Officer Ng Teng Fong General Hospital (NTFGH) sekaligus Co-Chair Digital Think Tank (DTT), yang meraih penghargaan Digital Leader of the Year pada acara Festival of Innovation 2026 (FOI) hari kedua pada 4 Maret di Singapura.
Lim memenangkan penghargaan tersebut atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi digital menyeluruh berbasis gerakan “Because of You”, yang menekankan bahwa keberhasilan digital sejati lahir dari inklusivitas budaya dan rasa aman secara psikologis bagi staf, bukan sekadar implementasi teknis.
Kepada GovInsider, Lim mengatakan: “Saya belajar bahwa Anda bisa meluncurkan sistem terbaik di dunia, tetapi jika orang tidak merasa aman untuk menggunakannya atau menyampaikan ketika ada yang tidak berjalan baik, maka transformasi sejati tidak akan pernah terjadi.”
Menurutnya, ketika staf merasa aman secara psikologis, mereka berani bertanya, mengakui ketidaktahuan, dan lebih bersedia bereksperimen tanpa takut dihakimi.
Penghargaan Digital Leader of the Year merupakan satu dari 13 penghargaan yang diberikan pada acara FOI 2026. Tahun ini, FOI menerima 270 kandidat penerima penghargaan untuk semua kategori, atau meningkat 60 persen dibandingkan tahun lalu. Hampir setengahnya berasal dari luar Singapura.
Pengakuan yang sangat merendahkan hati
Lim menyebut kemenangannya sebagai sesuatu yang “sangat merendahkan hati”, karena menurutnya pengakuan tersebut sesungguhnya milik orang-orang yang percaya pada gerakan tersebut dan berani melangkah maju.
Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menyoroti pesan penting bahwa kepemimpinan dalam transformasi digital bukanlah soal mengarahkan perubahan atau menerapkan alat digital terbaru dan tercanggih, melainkan menciptakan ruang bagi orang lain untuk tumbuh, berkontribusi, dan merasa aman melakukannya.
“Saya berharap ini mendorong lebih banyak pemimpin untuk berinvestasi pada budaya, dan lebih banyak staf untuk percaya bahwa tindakan sehari-hari mereka dapat membentuk perubahan yang bermakna,” ujarnya.
Jika Lim berbicara tentang pentingnya kepemimpinan dalam digitalisasi sektor publik, pengembang warga (citizen developer) dari Layanan Pemasyarakan Singapura atau Singapore Prison Service, Sito Li Kiang, membagikan bagaimana ia termotivasi oleh keyakinan bahwa digitalisasi dapat membuat “pekerjaan sehari-hari lebih efisien”.
Sebagai pemenang Rising Digital Star Award, Sito mengimplementasikan sistem transfer berkas digital yang aman antara unit lembaga pemasyarakatan dan petugas, serta mendigitalisasi catatan umpan balik untuk Dewan Pengawas Kunjungan Lapas.
Menggunakan ‘low-code’ dan ‘no-code’
Dengan menguasai berbagai alat low-code dan no-code seperti Microsoft Power Platform dan UiPath Robotic Process Automation (RPA), ia berhasil mengurangi beban administratif secara signifikan dan menyederhanakan pengelolaan data operasional penting di instansinya.
“Dengan mengotomatisasi proses yang berulang, kami membebaskan petugas untuk fokus pada tugas operasional yang lebih bermakna.
“Sebagai citizen developer, saya melihat ini sebagai cara praktis untuk berkontribusi dan mendukung efektivitas operasional organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut memotivasinya untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan baru, serta menginspirasi pengembang warga lainnya untuk membangun solusi praktis yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
Menggunakan AI untuk memantau satwa liar
National Parks Board (NParks) memenangkan Dare to Do Award atas proyek pemantauan satwa liar berbasis kecerdasan buatan (AI).
Upaya sebelumnya gagal karena kurangnya data untuk spesies langka seperti trenggiling Sunda, yang sejak 2008 tercatat sebagai sangat terancam punah dalam Singapore Red Data Book.
Tim NParks kemudian menempuh pendekatan eksperimental dengan mengembangkan sistem “zero-shot detection” berbasis prompt yang berhasil menganalisis rekaman CCTV beresolusi rendah tanpa memerlukan ribuan gambar berlabel manual.
Dampaknya signifikan, dengan pengurangan setidaknya 50 persen jam kerja manusia dalam memproses rekaman satwa liar dalam jumlah besar.
Validasi bagi inovasi buatan Filipina
Pemenang Innovator of the Year Award, Christian B. Hernandez dari Mindoro State University, memimpin Project MOSES (Monitoring and Observation of Site-Specific E-weather Station).
Pengakuan ini menjadi validasi kuat bahwa inovasi lokal berbasis komunitas dapat berdiri sejajar dengan teknologi impor berbiaya besar.
Project MOSES adalah sistem pemantauan cuaca yang dikembangkan secara lokal untuk menyediakan data spesifik lokasi secara real-time guna mendukung pengurangan risiko bencana, khususnya banjir dan topan.
Sistem ini menggabungkan perangkat keras dan lunak yang dipasang di wilayah rentan seperti hulu daerah aliran sungai, yang mengirimkan data curah hujan ke server cloud dan dapat diakses melalui ponsel dan situs web oleh petugas kebencanaan di wilayah hilir untuk memberikan peringatan dini.
Hernandez mengatakan penghargaan ini menunjukkan bahwa inovator muda Filipina dapat menjadi “game changer” dengan solusi lokal untuk persoalan nyata.
Menangani diabetes
Tim Diabetes Reversal dari NHG Health meraih penghargaan Moon Shot Award atas pendekatan revolusioner berbasis pengurangan adipositas dalam penanganan diabetes tipe 2.
Melalui uji klinis remisi multi-lokasi, tim ini mengalihkan fokus dari pengelolaan glukosa tradisional menuju pembalikan diabetes secara penuh.
Sebanyak 41,9 persen peserta berhasil mengurangi angka klinisnya dalam satu tahun, atau lima kali lipat lebih tinggi lipat dibandingkan dengan perawatan standar.
Dari kepatuhan proses ke dampak publik
Panel hari kedua FOI bertajuk Co-creating the Social Contract: Where Public Service Talent Meets Citizen Impact membahas bagaimana layanan publik harus bertransformasi di era AI, dengan beralih dari kepatuhan proses menuju hasil nyata dan layanan yang berpusat pada warga.
Panel dimoderatori oleh Shawn Tan dari Obama Leaders Asia Pacific Programme Singapore dan menghadirkan perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan Singapura (MOM) bidang Public Service Division (PSD), NHG Health Centre for Healthcare Innovation (CHI) Singapura, dan Amalgamated Union of Public Employees (AUPE) Singapura, serta National AI Office (NAIO) Malaysia.
Para panelis menyoroti bahwa AI tidak sekadar menggantikan pekerjaan, tetapi mentransformasinya. Meskipun ratusan ribu pekerjaan mungkin terdampak, AI juga menciptakan posisi dan peluang baru, sehingga diperlukan pemetaan strategis jalur transisi tenaga kerja.
Mereka menekankan pentingnya peningkatan keterampilan aparatur publik untuk fungsi bernilai tinggi seperti penilaian kebijakan, pemikiran sistem, dan keterlibatan warga.
Kepercayaan dan hubungan manusia antara pemerintah dan warga tetap menjadi hal utama. AI dan alat digital harus meningkatkan layanan dan efisiensi, tetapi tetap memperkuat transparansi, empati, dan kepercayaan publik.
Berikut adalah daftar pemenang Festival of Innovation Awards 2026:
- Dare to Do Award: National Parks Board, Singapura
- Innovator of the Year: Christian B. Hernandez, Mindoro State University
- Digital Leader of the Year: Jan Lim, Ng Teng Fong General Hospital
- Rising Digital Star: Sito Li Kiang, Singapore Prison Service
- Inter-Agency Award: MyGovCloud@PDSA, Jabatan Digital Negara, Malaysia
- Agility Award: Public Service Division, Singapura
- Digital Society Award: EmPOWER, Ministry of Manpower, Singapura
- Digital Government Award: Automated Identity & Access Management (AIAM) System, Synapxe, Singapura
- Digital Economy Award: Malaysia Digital Economy Corporation
- Moon Shot Award: Diabetes Reversal Team, NHG Health
- AI-Ready Award: HeyTalia, Ministry of Education, Singapura
- Transformative Agency of the Year: Republic of Singapore Navy
- Digital Agency of the Year: Home Team Science and Technology Agency (HTX), Singapura