Riswanto MR, Perencana Ahli Pertama, Badan Kepegawaian Negara
Mengenal tokoh muda sektor publik dalam Laporan Young & Official 2026.

Riswanto MR, Perencana Ahli Pertama, Badan Kepegawaian Negara (BKN)
1) Apa arti pelayanan publik bagi Anda? Dapatkah Anda menceritakan lebih lanjut tentang peran Anda?
Pelayanan publik bagi saya adalah cara kita untuk memenuhi apa yang menjadi hak publik. Pelayanan publik tentunya bukan sekadar menjalankan prosedur, melainkan memastikan setiap penerima layanan merasakan bahwa negara senantiasa hadir dalam memenuhi kebutuhan warganya.
Dalam peran saya saat ini sebagai perencana, saya lebih banyak bekerja di balik layar, merancang konsep, membangun sistem, menyederhanakan proses, dan mencoba menyelaraskan teknologi dengan realitas kebutuhan organisasi.
Saya banyak berperan sebagai bagian dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang tidak hanya berbasis output tetapi berupaya menjadikan reformasi yang selama ini kita suarakan benar-benar memiliki dampak untuk masyarakat.
2) Ceritakan proyek penting yang Anda pelopori. Apa dampaknya terhadap masyarakat?
Saya dipercaya memimpin Proyek Pengembangan Sistem Manajemen Kinerja Organisasi yang terintegrasi Kinerja Individu Pegawai. Proyek ini lahir sebagai bagian penting dalam mewujudkan akuntabilitas kinerja organisasi maupun individu pegawai.
Narasi besar yang saya bangun adalah bagaimana seluruh pegawai dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung tujuan organisasi dan tujuan negara. Budaya kerja fleksibel perlu didukung dengan sistem monitoring kinerja yang andal. Melalui sistem ini saya berharap pola beban kerja pegawai lebih berkeadilan dan menjadi dasar dalam pemberian reward and punishment dalam lingkungan organisasi.
Bagi organisasi, sajian data pada sistem dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis bagi pimpinan.
Proyek ini tidak langsung menyasar kepada masyarakat umum, tetapi menjadi enabler yang menjembatani bagi setiap institusi pemerintahan dapat melakukan pelayanan publik yang akuntabel dan berbasis bukti.
3) Sebagai profesional muda, bagaimana latar belakang atau perspektif unik Anda memberikan solusi yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain di organisasi Anda?
Saya datang dengan perspektif generasi yang dibesarkan pada pola birokrasi yang konvensional dan serba manual kemudian menghadapi masa transisi bernama "digitalisasi".
Saya memperhatikan bahwa dengan pergeseran paradigma tata kelola itu, hampir seluruh institusi berlomba-lomba menciptakan sebuah sistem atas nama proyek perubahan. Saya sering bertanya, "Apakah ini yang dinamakan digitalisasi ataukah hanya sekedar komputerisasi?" yang memindahkan sebuah pekerjaan dari atas meja ke dalam komputer namun kenyataannya tidak meninggalkan cara-cara konvensional.
Pendekatan itu mendorong saya untuk tidak terjebak dalam apa yang disebut dengan inersia kebijakan. Saya lebih suka membangun sesuatu yang minimal tapi bermakna, lalu mengembangkannya secara bertahap. Kadang cara berpikir yang sederhana itu dapat mendobrak kebiasaan lama dan tidak terpikirkan oleh beberapa senior.
4) Apa strategi Anda untuk menjaga energi kreatif saat menghadapi birokrasi?
Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa birokrasi adalah sistem, bukan musuh. Strategi utama saya adalah mencari celah untuk konsep dan kerangka eksperimen kecil yang bisa menunjukkan hasil nyata. Saya selalu punya semangat pada setiap penugasan dari pimpinan baik di lingkungan kantor maupun di luar kantor, bertemu orang-orang baru dan berbagi hal-hal baru adalah insentif yang paling berharga.
Selain itu, saya rajin membaca dan mengamati hal-hal di luar pekerjaan untuk menjaga kesegaran perspektif, membangun jejaring dan komunitas yang masih punya gairah perubahan yang sama.
5) Jika Anda dapat memilih satu investasi mendasar guna mempercepat transformasi sektor publik, apa yang akan Anda pilih dan apa alasannya?
Saya akan memilih investasi pada talenta dan cara berpikir. Teknologi dan regulasi bisa dibeli atau dibuat, tapi tanpa manusia yang punya rasa ingin tahu, integritas, dan kemampuan berpikir kritis, semuanya akan sia-sia.
Kita butuh ASN yang tidak hanya patuh pada aturan, tapi mampu mempertanyakan apakah aturan tersebut masih relevan dan mampu membawa organisasi tetap berlayar mengarungi gelombang perubahan. Itu fondasi yang paling sulit sekaligus paling kuat.
6) Apa ambisi terbesar Anda dalam perjalanan karier di pelayanan publik?
Saya memiliki ambisi untuk menjadi bagian dari generasi yang berhasil membangun Sistem Birokrasi 5.0, di mana penyelenggaraan layanan publik benar-benar terpusat pada siklus hidup manusia. Masyarakat mendapatkan akses pelayanan dari lahir hingga tutup usia, pelayanan publik yang menjadikan orang bangga menjadi warga negara ini.
Sejak awal menjadi seorang aparatur negara, saya juga bermimpi suatu saat dapat menghasilkan satu karya buku dengan judul "Birokrasi 5.0".
7) Apa "nilai universal" yang mengikat semua orang di lingkungan kerja Anda – dari magang hingga direktur – dan bagaimana Anda memanfaatkannya untuk mendorong kolaborasi?
Sebagai seorang dari suku Bugis, saya selalu memegang teguh prinsip Sipakatau (saling menghargai dan memanusiakan), Sipakalebbi (saling menghormati dan mengapresiasi), Sipakainge (saling mengingatkan dalam kebaikan).
Falsafah ini tidak hanya berlaku di lingkungan pekerjaan tetapi di manapun kaki kita dipijak. Saya berpandangan bahwa ketiga nilai itulah yang menjadi fondasi dalam membangun kolaborasi yang kuat. Saya memanfaatkannya dengan menciptakan ruang diskusi terbuka di mana ide dan kritik dari siapapun mulai dari magang hingga level pimpinan dihargai selama bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat.
8) Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan dan ingin Anda sampaikan untuk aparatur sipil generasi berikutnya?
Saya mengingat apa yang dituliskan Victor Frankl dalam buku klasiknya berjudul "Man's Search for Meaning", kira-kira arti kalimatnya adalah jangan pernah mengejar kesuksesan, karena kesuksesan bukan untuk dikejar tetapi harus diciptakan dan itu dapat diwujudkan dengan dedikasi terhadap pencapaian tujuan yang lebih besar dari diri kita sendiri.
Itu adalah nasihat terbaik untuk generasi berikutnya. Tunjukkan dedikasi anda dan kesuksesan yang akan menghampiri anda.
9) Mitos apa yang ingin Anda luruskan tentang aparatur sipil muda?
Ada mitos bahwa aparatur sipil muda itu belum matang, minim pengalaman dan terlalu terburu-buru. Menurut saya, di era saat ini, mengukur kematangan seseorang bukan dinilai dari indikator seberapa lama masa kerja formal di kantor, tetapi dilihat dari kemampuan adaptasi pada perubahan serta kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan.
Kita harus jujur, bahwa aparatur muda seperti kami yang penuh semangat dan ide, tapi sering terkekang oleh sistem yang belum siap menerima perubahan. Generasi muda ini justru punya kepekaan terhadap teknologi dan masalah masyarakat yang sangat tajam. Beri mereka kepercayaan dan ruang, maka mereka akan mengejutkan Anda.
10) Tulis surat untuk diri Anda di masa depan pada tahun 2035.
Halo Riswanto MR,
Hari ini telah memasuki tahun 2035, tepat satu dekade menuju cita-cita luhur bangsa ini menjadi Indonesia Emas. Saat anda membaca surat ini, sembilan tahun telah berlalu sejak anda menuliskannya di waktu subuh yang dingin. Ketika mimpi masih berupa catatan kecil yang engkau lafazkan dalam bait-bait doa.
Semoga anda masih ingat mengapa dulu anda memilih jalan ini. Semoga anda tidak kehilangan api yang dulu membara saat menghadapi tumpukan tugas dan rapat yang panjang.
Saya berharap anda yang sekarang sedang duduk di kursi kepemimpinan strategis masih memiliki binar mata yang sama dengan diri anda saat ini, binar mata yang penuh optimisme dan mata yang setiap kedipannya mengandung harapan.
Jangan sampai jabatan membuat anda lupa jalan pulang. Jangan sampai penghormatan membuat anda sulit meminta maaf dan memaafkan. Dan jangan sampai kesibukan membuat anda kehilangan waktu untuk duduk bersama orang-orang yang mencintai anda tanpa syarat.
Saya ingin anda tetap menjadi seseorang yang percaya bahwa kebaikan, sekecil apa pun, tidak akan pernah sia-sia. Teruslah belajar dan menginspirasi, tetaplah rendah hati.
Dari anda, Riswanto MR di tahun 2026.
-1783304403050.jpg)