UNDP Future of Government Awards apresiasi proyek digitalisasi di Brasil, India, Filipina

By Yong Shu Chiang

Robert Opp, Chief Digital Officer untuk Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), mengatakan bahwa lebih banyak solusi pemerintahan digital, seperti yang diakui pada penghargaan tahun 2023, dapat membantu negara-negara untuk kembali ke jalur yang benar dalam memenuhi tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan.

Tim-tim yang dinominasikan untuk Future of Government Awards melakukan "pekerjaan yang luar biasa", ujar Abhishek Singh, Presiden dan CEO Divisi E-Governance Nasional India. Singh memenangkan Leadership Award pada acara itu. Foto: UNDP Future of Government Awards

Lebih dari separuh tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) - 17 tujuan untuk mendorong "perdamaian dan kemakmuran bagi manusia dan planet ini" - tidak berjalan sesuai rencana pada akhir tahun lalu.


Bahkan lebih buruk? Kemajuan terhadap beberapa target telah terhenti atau bahkan berbalik arah, menurut penilaian pada KTT SDG PBB September lalu, kata Robert Opp, Chief Digital Officer untuk Program Pembangunan PBB (UNDP). 


Namun, berdasarkan laporan SDG Acceleration Agenda yang dirilis pada saat KTT, lebih dari 70 persen poin SDG memperoleh manfaat dari teknologi digital.  


"Target SDG bukanlah angka-angka abstrak... Mereka mewakili individu, komunitas, dan seluruh negara yang terkena dampak dari isu-isu seperti kemiskinan, kelaparan, dan perubahan iklim," ujar Opp dalam acara penyerahan penghargaan "Future of Government Awards 2023" secara virtual yang diselenggarakan pada tanggal 15 Februari lalu. 


Acara penghargaan yang dipersembahkan bersama Public Digital, UNDP, dan Amazon Web Services ini memberikan penghargaan kepada para praktisi, tim, dan pemimpin yang menerapkan solusi digital dan memanfaatkan teknologi untuk mereformasi sektor publik dan mengubah kehidupan masyarakat. 


"Kami ingin benar-benar bekerja sama dengan para mitra kami ... untuk mempromosikan kemunculan solusi-solusi semacam ini secara global," tambah Opp. "Digitalisasi tidak lagi menjadi pilihan dalam pemberian layanan publik. Ini adalah hal yang esensial, harus dimiliki." 

Jumlah peserta meningkat lebih dari dua kali lipat dari edisi perdana 

Di perhelatan kedua Future of Government Awards, jumlah peserta meningkat dua kali lipat dari edisi perdana tahun 2022, dengan 334 nominasi yang diajukan dari 63 negara di enam benua.


Di antara para penerima penghargaan adalah tim yang mewakili berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, layanan publik, pendidikan, dan pertanian. 


Tim Direktorat Identitas Digital dari Brasil dinobatkan sebagai “Digital Advocates of the Year”. Solusi identitas digital mereka yang aman, sederhana, dan dapat dioperasikan telah memungkinkan 155 juta pengguna untuk mengakses 4.500 layanan digital yang tersebar di lebih dari 1.000 lembaga publik. 


Sebuah tim dari Bangalore, India, memenangkan penghargaan “Open Source Creation” untuk solusi kesehatan digital terintegrasi, Bahmni, yang bertujuan untuk meningkatkan perawatan pasien bagi jutaan orang yang memiliki bandwidth dan infrastruktur terbatas dengan menghubungkan mereka ke berbagai sistem kesehatan. Sistem ini telah diadopsi di lebih dari 50 negara. 


Dalam kategori “Open Source Adaptation”, tim di balik sistem Identitas digital (ID) nasional Filipina, PhilSys, dianugerahi penghargaan. PhilSys adalah platform identifikasi yang digunakan lebih dari 110 juta penduduk yang tersebar di ribuan pulau di Filipina. Adaptasi dari Modular Open Source Identity Platform (MOSIP) ini sudah diregistrasi oleh 83 juta penduduk. 

Penghargaan bukanlah akhir dari perjalanan 

Joe Hooper, Direktur Pusat Teknologi, Inovasi, dan Pembangunan Berkelanjutan Global UNDP, mengatakan kepada GovInsider sebelumnya bahwa Penghargaan ini memberikan wawasan tentang prioritas, tren, dan solusi pemerintah digital yang sedang berkembang, serta dapat mendorong tim untuk mengejar tujuan yang lebih besar. 


Dalam presentasinya, Opp juga mengatakan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan inovasi mereka. 


"Kami ingin bekerja sama dengan Anda untuk melihat apakah ada peluang dalam beberapa kasus untuk membawa inovasi Anda ke wilayah digital public goods


"Kami ingin terus memperjuangkan pekerjaan Anda. Kami ingin berita ini tersiar. Kami ingin agar negara-negara saling mengetahui apa yang sedang terjadi. Kami ingin para inovator di seluruh dunia melakukan hal-hal yang Anda lakukan dan terinspirasi." 

Penghargaan lifetime achievement dan kepemimpinan 

Pada acara tahun ini juga untuk pertama kalinya penyelenggara memberikan “Lifetime Achievement Award” kepada Jennifer Pahlka, yang pernah menjabat Deputy Chief Technology Officer pada Pemerintahan Presiden Barack Obama tahun 2013 hingga 2014.


Ia dikenal sebagai pendiri Code for America, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan layanan pemerintah melalui teknologi dan desain. 


"Saya terjun ke dalam pekerjaan ini, karena saya melihat adanya kebutuhan [untuk membantu] para pegawai negeri yang berusaha melayani masyarakat namun sering kali bekerja di bawah kendala yang sangat besar," ujar Pahlka pada acara tersebut. 


Presiden dan CEO E-Governance Nasional India, Abhishek Singh, yang sebelumnya berbicara kepada GovInsider tentang perjalanan negara ini menuju layanan digital yang inklusif, mudah diakses, dan aman, memenangkan kategori “Leadership Award”. 


Singh, yang juga merupakan direktur pelaksana dan CEO dari Digital India Corporation dipandang sebagai orang yang telah memimpin implementasi sebagian besar infrastruktur publik digital (DPI) di India. 


Di antara proyek-proyek penting yang telah ia pimpin adalah CoWIN, sebuah platform digital yang memfasilitasi vaksinasi 1 miliar orang untuk melawan Covid-19, dan DigiLocker, sebuah dompet digital yang memungkinkan kita berbagi 6 miliar dokumen elektronik.


Saat menerima penghargaannya, Singh berterima kasih kepada tim proyeknya dan memuji semua nominator penghargaan atas "pekerjaan luar biasa yang telah mereka lakukan, yang akan sangat membantu dalam menciptakan komunitas praktisi, dan komunitas ahli infrastruktur publik digital dan para ‘pejuang’ open-source


"Jika kita dapat membangun momentum ini, baik dengan memenangkan penghargaan atau dinominasikan, kita akan menciptakan nilai yang sangat besar bagi kita semua."