Gali lebih dalam tentang 5G, cloud, big data, dan AI pada DTI-CX 2023

Oleh Mochamad Azhar

Para pemangku kepentingan di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT) akan membahas bagaimana solusi digital mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pelayanan publik pada acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2023 di Jakarta International Expo pada 26-27 Juli 2023.

DTI-CX akan menjadi wadah berkumpulnya pihak pemerintah, industri dan penyedia jasa dan teknologi yang selama ini turut mendukung percepatan agenda transformasi digital Indonesia. Sumber: Adhouse Clarion Events

 

“DTI-CX adalah melting pot bagi pejabat pemerintahan, swasta, komunitas maupun pemerhati ICT untuk memberikan input dan solusi teknologi untuk menjawab tantangan proses transformasi digital di Indonesia,” ungkap Sarwoto Atmosutarno, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia, kepada GovInsider.


DTI-CX digagas oleh Adhouse Clarion Events dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebagai ajang strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari sektor publik maupun swasta lewat konferensi dan pameran teknologi terkini.


DTI-CX akan menghadirkan lebih dari 150 pembicara yang berasal dari kalangan pejabat pemerintah pusat, pejabat pemerintah daerah, serta para pemimpin senior di bidang industri untuk melakukan diskusi panel topik-topik menarik. Di antaranya digitalisasi pelayanan kesehatan, keamanan siber, smart city, ekonomi digital, hingga sistem pembayaran digital.

 

Kominfo beberkan roadmap 5G di DTI-CX

Dalam konferensi, Kementerian Komunikasi Kominfo selaku leading sector pemerintah di bidang transformasi digital akan memaparkan beberapa langkah yang mempercepat proses transformasi digital. Salah satu sesi yang paling ditunggu dalam DTI-CX 2023 ialah seperti apa roadmap penyediaan jaringan internet generasi kelima atau 5G.


“5G akan membuka banyak sekali kemungkinan-kemungkinan tentang apa yang bisa kita kerjakan di masa depan. Jaringan internet super cepat dengan latency yang rendah bisa dimanfaatkan untuk menciptakan berbagai inovasi yang pada akhirnya membawa nilai tambah bagi ekonomi,” kata Mulyadi, Deputi Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo.


Kementerian Kominfo akan memberikan kisi-kisi roadmap 5G yang berisi rencana aksi dan implementasi penggelaran jaringan 5G pada acara DTI-CX. Beberapa highlight dari roadmap itu antara lain gambaran singkat tentang sejauh mana kebutuhan publik atas layanan, serta seberapa besar kapasitas spektrum frekuensi dan kapasitas transmisi penunjang layanan yang akan disediakan.


“Prinsipnya kami berkomitmen untuk melebarkan jangkauan layanan 5G dalam waktu yang tidak lama lagi, agar semakin banyak lagi use case yang bermanfaat bagi publik,” Mulyadi melanjutkan.


Selain menyusun roadmap, Kementerian Kominfo juga telah membentuk satuan tugas (task force) 5G. Satuan Tugas 5G memiliki tim yang mengurus tentang regulasi, termasuk di dalamnya aturan tentang pemanfaatan spektrum frekuensi, tata cara dan mekanisme lelang spektrum frekuensi, dan tim spektrum yang bertugas mencarikan spektrum frekuensi untuk layanan 5G.

 

DTI-CX hadirkan solusi teknologi terbaru

Ketua Umum MASTEL Sarwoto Atmosutarno menjanjikan, pameran teknologi DTI-CX 2023 akan semakin mengikuti perkembangan dengan menampilkan lebih banyak layanan terbaru yang sedang “hype” seperti cloud, cybersecurity, data center, big data, blockchain dan artificial intelligence (AI).


“Teknologi-teknologi ini akan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dan di masa depan tergantung bagaimana tingkat adopsi dan utilisasinya di dalam ekosistem kesehatan, telekomunikasi, pendidikan, manufaktur, ritel, dan logistik atau transportasi,” ungkap Sarwoto.


Lewat pameran yang berjalan paralel dengan konferensi, para peserta akan langsung mendapatkan informasi lengkap mengenai solusi digital apa yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang dibahas pada sesi diskusi. Terdapat lebih dari 100 penyedia layanan digital yang akan memberikan workshop dan live demo perangkat terbaru yang relevan dengan kebutuhan peserta.


Meski demikian, perangkat canggih tidak akan bermanfaat jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan literasi digital yang memadai. 


“Terakhir yang tidak kalah penting, para penyedia layanan akan memberikan wawasan tentang bagaimana cara meningkatkan keterampilan digital agar dapat menggunakan perangkat teknologi secara aman dan produktif,” beber Sarwoto.

 

DTI-CX jadi ajang kolaboratif pemerintah-swasta

Di dalam konferensi, pejabat pemerintah akan berbagi tentang mengenai perjalanan digitalisasi pada sektor publik serta dukungan regulasi untuk mempercepat proses adopsi teknologi. Sementara sektor swasta akan berbagi pengalaman mengenai kisah sukses transformasi digital di industri serta menawarkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah.


“Pertukaran ide antara pemerintah dengan sektor swasta ini diharapkan menghasilkan outcome berupa harmonisasi regulasi ICT serta wawasan mengenai praktik-praktik terbaik yang bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan,” ungkap Sarwoto.


Selain menyajikan wawasan segar, DTI-CX ini juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem kolaborasi. Lewat forum ini, pemerintah dan pemain industri akan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan memberikan solusi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.


“DTI-CX akan menjadi sarana kolaboratif yang menjembatani kebutuhan pemerintah dengan teknologi yang ditawarkan oleh industri. Kita harapkan ada permintaan dan penawaran yang berujung pada transaksi ekonomi,” Sarwoto menambahkan.


Menurut Sarwoto, kolaborasi sektor publik dengan swasta adalah keniscayaan karena pemerintah tidak mungkin menyediakan seluruh infrastruktur digital dan menyelenggarakan sistem elektronik sendiri.


“Kita bicara infrastruktur utama seperti satelit, penggelaran kabel optik, jaringan, pusat data, hampir semua produksi dan pengelolaannya melalui kerja sama pemerintah dengan industri. Sektor swasta bisa mengambil peran dengan cara membantu melengkapi kebutuhan-kebutuhan publik yang belum disediakan sepenuhnya oleh pemerintah.”


Kolaborasi antara pemerintah dengan swasta juga akan meningkatkan daya saing industri telekomunikasi dan kapasitas produk teknologi dalam negeri. Dengan profil industri yang kuat, akan bermunculan inovasi-inovasi baru dan contoh-contoh utilisasi digital dalam negeri yang menyaingi negara-negara lain.
 


Daftarkan keikutsertaan anda pada acara DTI-CX pada tautan ini