Tri Rismaharini dikenal sebagai saorang yang berperinsip kerja dengan daya usaha tangannya sendiri. Walikota Surabaya kadang kala di lihat memungut sampah dari jalan-jalan kota. Karirnya bermula di departemen taman kota dan sejak itu, ia telah berkampanye untuk membersihkan Surabaya.

Rismaharini telah mencapai hasil yang kuat dan di anugerahkan berapa piala untuk hasil karyanya. Kota ini memiliki lebih banyak taman, rumah bordil yang berkurangan dan sanitasi yang lebih baik.

Jangka pertamanya sebagai Walikota sudah pun selesai, dan pada saat ia mengundurkan diri, dia berbicara dengan GovInsider tentang bagaimana ia menggunakan data untuk mengukur dan meningkatkan kinerja kota.

Penanggulangan Bencana

Salah satu cabaran terbesar yang di hadapi Desember lalu adalah berurusan dengan kecelakaan penerbangan Air Asia QZ8501. Penerbangan itu telah berangkat dari Surabaya di mana 155 penumpang adalah warga Indonesia.

Walikota Rismaharini mengandalkan sistem pengelolaan data kota. Pejabatnya menggunakan catatan medis untuk mengidentifikasi mereka yang terkorban serta data rumah tangga untuk menghubungi keluarga – di rumah dan di luar negeri.

Cara administrasinya bertumpu pada gaya menggunakan alat teknologi. Rismaharini selalu memberi perhatian pada pergerakan kota dan sentiasa mengawasinya melalui iPad. Alat ini dapat memantau “semua sistem kami yang menggunakan teknologi informasi”, katanya, termasuk lalu lintas, kesehatan, pembasmian kemiskinan, permit bangunan, anggaran, kebersihan dan bencana.

Ruang kantornya juga telah dilengkapi dengan tiga layar 40 inci yang menampilkan kejadian semasa dari kamera CCTV yang dipasang di persimpangan jalan. Ini membantunya untuk melacak waktu tanggapan darurat dan program sanitasi kota.

Kolaborasi yang lebih baik

Tahun ini, prioritasnya adalah untuk meningkatkan cara perkongsian matlamat data diantara semua pihak bersangkutan secara segera. Bulan lalu, ia meluncurkan sebuah sistem baru dimana warga negara dapat melaporkan keadaan darurat melalui nomor tunggal – 112. “Sistem akan merekam dan langsung menginformasikan pejabat untuk menangani situasi,” kata Rismaharini. Ini “mengintegrasikan beberapa pemangku penting yang bertanggung jawab untuk menangani bencana”, termasuk jabatan polisi, pasukan pemadam kebakaran, kesehatan, sanitasi, jalan dan departemen TI.

Surabaya juga berencana untuk menggunakan data untuk melacak layanan bagi masyarakat miskin. Sistem ini akan mengintegrasikan penduduk, kemiskinan, kesehatan dan data lapangan kerja. Maka dengan ini, pejabat kecamatan akan dapat menggunakannya untuk memantau kemajuan dalam pemberantasan kemiskinan, Rismaharini mengatakan.

Mantan kepala departemen taman Surabaya juga terus mencermati pada kebersihan kota. Dia mengamati pejabat yang bertanggung jawab dan melacak jurusan truk sampah, katanya.

Jangka pertamanya telah menceritakan tentang kegunaan gadget, data dan inisiatif lintas sektoral. Semua ini bersama ruang kehijauan yang diadakan untuk kesejahteraan.