Kota purba Yogyakarta memiliki sejarah yang membanggakan. Ia berada di jantung gerakan kemerdekaan Indonesia dan bahkan menjadi ibukota nasional selama dua tahun.

Haryadi Suyuti, Walikota Kota Yogyakarta, yang sentiasa melihat ke hadapan. Dia memiliki tiga prioritas besar untuk tahun depan.

Prioritas pertama Walikota adalah kesehatan. Kota ini akan memperkenalkan asuransi kesehatan dasar bagi semua warga negaranya. Rakyat akan dapat mengakses layanan kesehatan untuk “semua jenis penyakit tanpa biaya”, kata Suyuti. Skema ini akan disediakan untuk semua penduduk kota pada pertengahan tahun depan, katanya.

Prioritas kedua Suyuti adalah untuk menciptakan lapangan kerja dan perumahan bagi kaum miskin. Kota ini mempunyai angka pengangguran kaum muda yang sangat besar; Walikota ingin mendorong orang muda untuk mendirikan perusahaan kecil mereka sendiri.

Ketiga, Walikota percaya bahawa mendapatkan kepercayaan warga negara sangat penting bagi pemerintah. “Kuncinya adalah kepercayaan dari rakyat.” Dia berencana untuk mendapatkan kepercayaan mereka dengan menerbitkan informasi lebih lanjut tentang program-program pemerintah dan rencana masa depan untuk kota.

Surat khabar penting untuk hal ini. Walikota mengharapkan maklum balas dari media berita tentang pelaksanaannya.

Namun komunikasi langsung juga penting. Untuk itu, Walikota mengambil alih peranan sebagai penyiar radio yang dikenal sebagai “Walikota Menyapa”. Pada acara itu, ia berbicara dengan warga negara dan mendengarkan keluhan mereka.

TV dan email adalah alat hubungan lain yang ia menumpukan perhatian. Dia telah mencoba dengan media sosial: dia memiliki profil Facebook sendiri, tetapi halamannya tidak aktif dan akun Twitter-nya juga belum masih di perbarui sejak 2013.

Suyuti jelas mendukung metode mencoba dan percaya untuk mencapai tujuannya. Pendekatan penjangkaunya adalah lebih traditisional untuk sebuah kota yang sangat menghormati istiadat.