Kemenkes gandeng Google Cloud kembangkan inovasi AI generatif sektor kesehatan

Oleh Mochamad AzharYogesh Hirdaramani

Google Cloud mendukung upaya Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan sektor kesehatan di Indonesia dengan menyediakan lingkungan pengujian AI generatif.  

Kolaborasi terbaru Kementerian Kesehatan dan Google Cloud akan membantu para pemangku kepentingan sektor kesehatan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Foto: Canva

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah mengumumkan kerja sama dengan Google Cloud untuk mendukung pengembangan inovasi kesehatan AI generatif.   

 

Melalui siaran persnya, Google Cloud telah menciptakan lingkungan yang aman di mana Kemenkes dapat menguji inovasi AI generatif penyedia layanan cloud dan menyempurnakannya agar dapat memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia dengan lebih baik. Hal ini termasuk akses ke MedLM, sebuah rangkaian model fondasi untuk industri kesehatan.  

 

Kolaborasi baru ini akan membantu para pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru di sektor kesehatan di Indonesia.   

 

"Untuk merangkul adopsi AI, keseimbangan antara inovasi dan pertimbangan etika sangat penting untuk keberhasilan. Dengan berpegang pada prinsip dan praktik AI yang bertanggung jawab, kami dapat memastikan bahwa kami memanfaatkan potensi AI sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat," kata Setiaji dalam siaran pers yang sama.  

 

Country Director Google Cloud Indonesia Fanly Tanto juga mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan akses, pengalaman, dan hasil layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. "Gen AI memiliki potensi yang sangat besar untuk mentransformasi layanan kesehatan, tetapi memilih solusi yang tepat sangatlah penting."  

 

Fanly mengatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan solusi AI generatif yang aman dan terjamin di sektor kesehatan Indonesia. Hal ini dapat mengarah pada akses sesuai permintaan ke informasi kesehatan serta diagnosis atau rencana perawatan yang lebih tepat dengan tetap menjaga privasi dan keamanan data pasien.   

 

Pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan menandatangani perjanjian dengan Google Cloud untuk berkolaborasi dalam transformasi digital perawatan kesehatan, yang mencakup peningkatan manajemen data, penerapan AI dalam layanan kesehatan, dan pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi.  

Membangun lingkungan pengujian AI generatif 

 

Berbicara kepada GovInsider, Chief Technology Officer, DTO Kemenkes, Reza Rudyanto Pramono, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat menghasilkan inisiatif-inisiatif baru di sektor kesehatan. Saat ini, tim pengembang Kemenkes akan fokus untuk meningkatkan lingkungan uji coba untuk solusi AI generatif yang spesifik untuk sektor kesehatan.

 

"Uji coba akan dilakukan dengan berbagai pilihan teknologi yang mendukung kami dalam mencapai apa yang tertulis dalam cetak biru transformasi digital kesehatan."  

 

Dalam jangka panjang, Kemenkes ingin mengintegrasikan AI dengan data kesehatan, sistem aplikasi kesehatan, dan teknologi kesehatan. 

 

Pemanfaatan AI generatif di sektor kesehatan memiliki banyak tantangan, mulai dari kekhawatiran pengguna akan keakuratan dan keamanan data hingga potensi kesalahan diagnosis penyakit oleh chatbot.   

 

"Jadi, sangat krusial untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan pertimbangan etika, terutama ketika inovasi ini digunakan di sektor kesehatan yang membutuhkan kehati-hatian," kata Reza.  

 

Setiaji menambahkan, Kemenkes berkomitmen untuk membuat informasi kesehatan dapat diakses oleh setiap individu, menyederhanakan sistem bagi para profesional kesehatan sehingga mereka dapat fokus pada perawatan pasien, dan memperkuat ekosistem layanan kesehatan melalui inovasi.   

AI membantu dokter mendiagnosis penyakit  

 

AI dapat memudahkan dokter untuk mendiagnosis pasien dan meningkatkan hasil kesehatan, kata Setiaji dalam konferensi Sysmex Indonesia CEO Forum baru-baru ini di Jakarta.

 

"Sebagai contoh, analisis AI telah mampu mendeteksi 124 penyakit kanker paru-paru dengan menggunakan X-Ray. Kombinasi teknologi AI dan X-Ray dapat menghasilkan pencitraan yang lebih akurat dan lebih cepat," katanya.   

 

Ketika AI diintegrasikan dengan riwayat medis pasien, AI juga dapat menghasilkan ringkasan untuk membantu dokter memahami pasien sebelum melakukan konsultasi.  

 

"Bayangkan jika dokter sudah mengetahui riwayat kesehatan pasien saat mereka datang, tidak hanya di fasilitas kesehatan di kota pasien, tetapi di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia. Deteksi penyakit secara dini akan jauh lebih baik," tambahnya. 

 

AI juga dapat diimplementasikan dalam platform SATUSEHAT. Sebagai contoh, pasien dapat menggunakan fitur chat untuk mendeteksi penyakit mereka secara akurat, bahkan sebelum menemui dokter, jelasnya.  

 

Dengan menggunakan AI generatif, asisten chatbot akan dapat menjawab pertanyaan dan kebutuhan pengguna sebelumnya.   

 

Sebelumnya, GovInsider melaporkan potensi AI untuk mentransformasi sektor kesehatan di Indonesia, termasuk menggunakan analisis AI untuk proses pembuatan kebijakan kesehatan, meningkatkan ketahanan kesehatan, dan memantau wabah.  

 

Di Singapura, sebuah klaster kesehatan regional juga menggunakan gen AI untuk mendukung para dokter dalam pekerjaan mereka sehari-hari, seperti yang dilaporkan GovInsider sebelumnya.