Pemeriksaan kesehatan gratis dimulai, daftar lewat SATUSEHAT Mobile
By Mochamad Azhar
Platform digital Kementerian Kesehatan, SATUSEHAT Mobile, akan digunakan masyarakat untuk melakukan registrasi dan mendapatkan tiket layanan pemeriksaan gratis dari pemerintah.

Pemerintah Indonesia memulai program pemeriksaan kesehatan gratis dengan menggunakan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Program ini ditargetkan menjangkau 60 juta warga pada tahun ini. Foto: Canva
Pemerintah Indonesia akan meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh warga negara dengan menggunakan aplikasi SATUSEHAT Mobile. Program pemeriksaan kesehatan gratis akan dimulai 10 Februari 2025.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, SATUSEHAT Mobile akan memudahkan masyarakat dalam mengakses pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah, termasuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan mental.
"Platform ini menyediakan semua tahapan yang harus dijalani dalam proses pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari proses registrasi peserta, menentukan tanggal dan lokasi pemeriksaan, serta menyimpan data hasil pemeriksaan kesehatan," kata Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip oleh CNN Indonesia.
SATUSEHAT Mobile adalah platform digital kesehatan terintegrasi yang memudahkan pengguna mengakses berbagai layanan kesehatan, di antaranya imunisasi anak, vaksinasi dan membaca resume rekam medis pribadi. Saat ini SATUSEHAT Mobile telah diunduh lebih dari 50 juta orang.
Targetkan 60 juta penduduk di tahun ini
Program pemeriksaan kesehatan gratis akan dilaksanakan secara bertahap mulai Februari dengan target menjangkau 60 juta warga pada tahun ini, dan menjangkau 200 juta lainnya hingga lima tahun ke depan.
Ini merupakan salah satu poin dari program hasil terbaik cepat (quick win) yang terkandung di dalam Asta Cita Presiden Prabowo untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang lebih baik dan mengedepankan aspek pencegahan dan promosi kesehatan.
Menurut Menkes, program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan program Kementerian Kesehatan yang berskala besar dan paling masif sejak vaksinasi Covid-19. Aplikasi SATUSEHAT sebelumnya bernama PeduliLindungi yang berfungsi sebagai aplikasi track-and-trace dan penyimpanan data vaksinasi pada saat pandemi.
Aplikasi ini berhasil membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengendalikan penyebaran virus dan mengumpulkan data vaksinasi 189 juta rakyat Indonesia secara digital.
"Pemerintah sedang menyiapkan 15.000 puskesmas dan 10.000 klinik untuk mendukung penyelenggaraan program ini," Menkes menambahkan.
Berlangganan buletin GovInsider di sini
Registrasi melalui SATUSEHAT Mobile
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. Hasil pemeriksaan tahap awal akan menjadi acuan untuk mengetahui kondisi medis pasien dan memberikan penanganan lanjutan apabila pasien mengidap penyakit kronis.
"Deteksi dini sangat penting untuk pencegahan penyakit. Maka, kami harus memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menjaga kesehatannya," kata Widyawati dalam keterangan tertulis.

Widyawati menjelaskan proses yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pertama, warga harus melakukan registrasi lewat aplikasi SATUSEHAT Mobile. Warga yang belum memiliki akun SATUSEHAT Mobile diminta untuk mengunduh aplikasi ini di ponselnya dan melengkapi data diri. Aplikasi tersebut dapat diunduh oleh pengguna Android ataupun iOS.
Program ini juga dapat diakses lewat aplikasi WhatsApp Kemenkes RI di nomor 081110500567.
Bagi mereka yang tidak memiliki ponsel pintar, mereka dapat membuat profil baru di akun SATUSEHAT milik anggota keluarga lainnya. Apabila satu keluarga itu tidak memiliki ponsel pintar, maka mereka bisa mendaftarkan langsung ke puskesmas setempat.
Setelah akun terverifikasi, masyarakat kemudian dapat mendaftar dan memilih tanggal serta lokasi fasilitas kesehatan yang diinginkan, yang mencakup puskesmas, klinik pratama, dan rumah sakit pemerintah.
Berikutnya, aplikasi akan menyampaikan notifikasi dan mengeluarkan tiket pemeriksaan yang akan digunakan masyarakat untuk mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan sesuai jadwal yang tertera.
"Waktu pelayanan akan diselenggarakan pada hari ulang tahun mereka, atau paling lambat satu bulan setelahnya. Khusus untuk bayi baru lahir, pemeriksaan dilakukan dua hari setelah kelahiran," dia melanjutkan.
Tiket pemeriksaan kesehatan berlaku maksimal 30 hari setelah hari ulang tahun (H+30). Bagi masyarakat yang berulang tahun pada Januari, Februari, dan Maret 2025, dapat berkunjung ke fasilitas perawatan kesehatan hingga 30 April 2025.
Manfaat pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga
Warga yang sudah mendapatkan tiket pemeriksaan kesehatan gratis berhak mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan medis di pusat perawatan kesehatan sesuai dengan kategori usianya dan kontrol penyakit bawaannya.
Menurut Widyawati, jenis pemeriksaan kesehatan dibedakan berdasarkan usia dan penyakit terbanyak pada setiap kelompok sasaran. Untuk bayi baru lahir, pemeriksaan itu meliputi deteksi dini terhadap kondisi seperti kekurangan hormon tiroid, G6PD, adrenal, penyakit jantung bawaan kritis, serta masalah pertumbuhan.
Balita dan anak sekolah akan menjalani pemeriksaan pertumbuhan, deteksi penyakit tuberkulosis, gangguan pendengaran, masalah mata, gigi, talasemia dan diabetes melitus.
Kelompok dewasa akan menjalani pemeriksaan risiko kardiovaskular dan penyakit pernapasan seperti tuberkulosis, deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker usus, fungsi indera, fungsi hati. Sementara itu, kelompok lanjut usia akan menjalani pemeriksaan seperti pada kelompok dewasa ditambah pemeriksaan geriatri.
Kelompok anak sekolah dan dewasa juga akan diberikan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan jiwa atau mental.
Berlangganan buletin GovInsider di sini
Mengembangkan fitur pengingat
Untuk menyukseskan program pemeriksaan kesehatan gratis, SATUSEHAT Mobile mengembangkan fitur pengingat bagi pengguna yang belum mengaktifkan kepesertaan jaminan kesehatannya sebagai asuransi sosial yang digunakan untuk membayar biaya klaim rumah sakit apabila ditemukan masalah kesehatan pada saat pemeriksaan.
“Bagi mereka yang status kepesertaannya tidak aktif diimbau untuk segera mengaktifkan kepesertaannya setidaknya satu bulan sebelum skrining,” kata Widyawati.
Data kepesertaan jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah terintegrasi ke dalam ekosistem sistem informasi kesehatan pemerintah, memungkinkan pasien dapat mengakses dan menjalani perawatan kesehatan di fasilitas kesehatan tanpa kendala.
Widyawati menggarisbawahi bahwa program ini harus mampu menjangkau seluruh pengguna tanpa kecuali.
"Balita, lansia, penyandang disabilitas atau mereka yang tidak dapat mendaftar secara mandiri dapat didaftarkan oleh anggota keluarganya melalui profil tertaut di dalam satu akun," katanya.
Kementerian Kesehatan juga menyediakan layanan helpdesk yang akan membantu pengguna yang kesulitan melakukan verifikasi atau melakukan login ke aplikasi.