Enam negara bahas tata kelola berbasis data di GovMesh 4.0 Singapura

By Luke Cavanaugh

Edisi GovMesh kali ini memperluas kelompok peserta dari lembaga pusat pemerintahan digital menjadi mencakup pimpinan unit delivery, kantor statistik nasional, dan badan antariksa.

Para peserta acara GovMesh 4.0 di Singapura. 

Pada bulan Maret lalu, GovInsider dan interweave – dengan dukungan KAS Singapore – menyelenggarakan GovMesh edisi keempat di Singapura, bertepatan dengan acara GovInsider Festival of Innovation 2026.  


Seperti edisi sebelumnya, acara ini bertujuan mempertemukan para pemimpin pemerintahan digital “di luar lingkaran yang biasa” yang umumnya rutin berkumpul dalam konferensi internasional. 


Edisi ini juga memperkenalkan tema utama yang mengalir sepanjang hari – pemerintahan berbasis data – serta memperluas partisipasi dari lembaga pusat pemerintahan digital untuk mencakup pimpinan unit delivery, kantor statistik nasional, dan badan antariksa. 


Perwakilan dari Mongolia, Ariunbold Shagdar, berbagi pentingnya interoperabilitas data.

Koalisi peserta yang lebih luas ini mencerminkan semakin pentingnya dan meluasnya peran teknologi di sektor publik.  


Enam pemerintah berpartisipasi dalam acara ini – Indonesia, Sri Lanka, Mongolia, Jepang, Uzbekistan, dan Thailand – bersama para ahli dari Global GovTech Centre di Berlin dan UNDP Singapura. 


Meskipun tema utamanya adalah pemerintahan berbasis data, benang merah yang muncul sepanjang hari adalah bagaimana beralih dari data menuju nilai publik.  


Mulai dari konsep Agentic State, implementasi infrastruktur publik digital (DPI) di Indonesia dan Sri Lanka, hingga pemanfaatan data satelit, seluruh pembicara sepakat akan pentingnya menyampaikan narasi yang relevan bagi masyarakat dan melampaui pendekan teknokratis semata.


Seperti yang disampaikan oleh Naoko Sugita, Penasihat Direktur di Japan Aerospace Exploration Agency, “yang diinginkan masyarakat bukanlah data, melainkan informasi.”  

Mendorong inisiatif berbasis data di pemerintahan  


Seperti tradisi dalam acara GovMesh, hari dimulai dengan serangkaian presentasi singkat, yang memungkinkan peserta menampilkan inisiatif konkret terbaik yang sedang mereka kerjakan. 


Para peserta membahas interoperabilitas lintas sektor di Indonesia, 12 lapisan Agentic State, basis data terintegrasi Mongolia, serta pemanfaatan data satelit di Jepang untuk memberdayakan pembuat kebijakan dan masyarakat. 


Meski fokus utamanya adalah data, para peserta saling meninggalkan catatan pertanyaan yang mencakup seluruh lapisan teknologi – mulai dari isu talenta, perubahan iklim, hingga kebutuhan energi.  


Perubahan fokus menuju pemikiran berbasis ekosistem ini mencerminkan tren yang mulai terlihat pada GovMesh 3.0 di Vilnius November lalu, ketika isu kedaulatan mendorong peserta untuk melihat lebih jauh dari sekadar layanan dan aplikasi dalam mendefinisikan “pemerintahan digital”. 

Pengelolaan yang aman dan bertanggung jawab  


Sejalan dengan itu, muncul pergeseran menuju pemikiran tentang keamanan serta tanggung jawab peserta sebagai pengelola data.


Diskusi sepanjang hari kembali menyoroti isu aksesibilitas dan penyalahgunaan data. “Apa yang hilang ketika semuanya menjadi sepenuhnya digital?” tanya salah satu peserta setelah presentasi tentang pengumpulan data otomatis.  


Peserta acara memilih topik "futures exercise". 

Melanjutkan tren dari acara GovMesh sebelumnya, pertanyaan-pertanyaan ini kemudian dibahas dalam sesi “futures exercise” pada sore hari, di mana peserta mengeksplorasi berbagai polaritas dalam dunia digital.


Dalam upaya membayangkan “layanan publik yang menyenangkan dan berdampak”, para perwakilan pemerintah menyeimbangkan antara revolusi dan perubahan bertahap, otomatisasi dan penilaian manusia, serta outsourcing versus pengembangan internal.


Acara GovMesh berikutnya akan diselenggarakan di The Hague pada Juni 2026, dan akan melanjutkan diskusi ini dengan fokus pada ketahanan (resilience).


GovMesh 4.0 juga melibatkan seniman visual, Wendy Wong, untuk memetakan presentasi sepanjang hari. Peta visual tersebut dapat dilihat di bagian bawah tulian ini. 


Baca presentasi perwakilan negara-negara pada acara GovMesh 4.0 (akan diperbarui secara berkala): 

Indonesia: Pendekatan kolaboratif dalam pengembangan DPI di Indonesia

Jepang (dalam Bahasa Inggris): Japan space agency’s mission to use storytelling to bring satellite science back to earth

Mongolia:  

Sri Lanka:  

Uzbekistan: 

Thailand: 

Global GovTech Centre Berlin: 

UNDP Singapura: